Sunday, October 23, 2011

theCLover wedding@ Chloe&Early Bali Wedding MV

Wednesday, October 19, 2011

I'll Do My Best and Let God Do The Rest

I'll Do My Best and Let God Do The Rest.....dari dulu g ga pernah lho percaya kata-kata itu, soalnya dulu konsepnya g pengen ya do my best dan jangan nyusahin Tuhan dalam apapun yang kita lakukan, cukup berterima kasih saja atas apa yang sudah Tuhan berikan.

Namun g find out bahwa kata-kata tersebut benar ada-nya. Sebaik-baiknya apapun yang kita lakukan (apapun itu), ternyata hasilnya ga selalu berjalan normal seperti yang ada. Ada suatu kekuatan diluar itu semua, perlu bimbingan dan pertolongan Tuhan untuk jalanin semua apapun itu.

Pagi ini, mulai dari bangun hingga dengerin radio, ceritanya sedih semua hehe. Jadi lengkap hari nya. Mulai dari jam 2 pagi bangun dari mimpi yang sangat buruk, bangun telat, otw kantor di mobil denger radio hard rock, eh malah penelponnya curhat cerita sedih ditinggal married ama pasangannya (apaaan sie hehehe)

Forget about whatever itu namanya Karma, Kebaikan and so on, if it doesnt work now..it will never work....

Friday, October 14, 2011

The Little One



Wednesday, October 05, 2011

Dear God

Dear God

Terima kasih atas pencerahan yang diberikan selama beberapa waktu terakhir ini. Pencerahan mengenai pekerjaan dan kehidupan, Engkau sudah menunjukkan kepadaku mana yang segenap orang yang peduli atas apa yang aku hadapi maupun yang hanya berlalu saja sambil hanya memikirkan kepentingannya masing-masing. Terima kasih Tuhan atas pencerahan-Nya.

Amin

Antara Kerja, Kewajiban dan Jodoh

Banyak orang bilang kalo (mencari) kerja itu sama susahnya seperti (mencari) jodoh, tapi menurut g ada benernya lho. Karena mencari kerja itu juga ada beberapa faktor yang besertanya seperti : kecocokan, keberuntungan, kesabaran

Kecocokan
Nah yang namanya kecocokan itu sebenarnya bukan sesuatu yang udah dari sono nya ga nyambung lalu dipaksa-paksain untuk dicocokin . Kecocokan menurut g lebih kearah bahwa memang adanya satu visi dan misi untuk mencapai sesuatu yang sama, baik di kerja-an maupun di perjodohan. Nah kalo di kerja-an , kan kita pasti pengennya nyari kerja yang memang sesuai dengan passion atau paling ngga sesuai dengan keinginan kita tentunya, agar pada waktu kerja bisa menikmati nya, karena bekerja ngga melulu masalah uang dan materi saha, tapi ada juga ketenangan kerja dan kenikmatan dalam menjalani nya. Memang sie sometimes kita melihat ada orang atau bahkan pengalaman saya pun, kudu meningkatkan level kesabaran dalam menjalani kerja hehe. Tapi paling ngga kita mengetahui mengapa kita menjalani hal tersebut. Nah bagaimana dengan jodoh? sama menurut saya walaupun ada bedanya. Dalam perihal mencari Jodoh, pastinya kita mencari ataupun berusaha mencari yang paling tidak ada beberapa kecocokan pada dasarnya. Karena seperti yang kita ketahui memang tidak mungkin mencari orang yang benar-benar seperti kita inginkan, ingat jangan pernag mengcopy diri sendiri dan merefleksikan nya kepada orang laen, tidak ada satu pun di dunia ini orang yang bakal berpikiran sama persis. Disini faktor toleransi lah yang bermain banyak, seberapa sabar kita menjalani nya, dan yang perlu diingat dan kita ketahui bersama adalah alasan kuat apa yang mendasari hingga kita mau menjalani nya, apa tujuan nya, bukan seberapa lama kamu mau berkorban untuknya.

Keberuntungan
Keberuntungan dalam panggilan dalam dunia kerja adalah suatu bentuk yang biasanya tidak kita sadari, karena kadang-kadang kita mengasumsikan bahwa kita misalnya memang lebih unggul dari orang laen, makanya bisa keterima disuatu tempat atau bisa bertahan disuatu tempat. Tapi mari yu kita pikirkan lagi, misalnya ada 15 pengirim lamaran kerja, namun yang dipanggil cuman 2 orang, nah menurut saya ada faktor keberuntungan di dalam nya, karena bila kita termasuk didalam 2 orang yang terpanggil, pasti ada sesuatu diluar logika yang terjadi disana, dan tentunya ada berkat Tuhan didalamnya. Kalo pengalamannya g sendiri selama mencari kerja dan membantu para sahabat mencari kerja , selaen keberuntungan, memiliki channel itu juga merupakan hal yang penting. Karena jaman sekarang memiliki otak super saja kayanya kurang lengkap, karena dipanggil dari sekian kandidat itu adalah entry pertama yang cukup menentukan dan power of channel ini sampai beberapa minggu yang lalu masi works to help others. Untuk proses selanjutnya hingga si orang ini diterima atau ngga nya yah, tergantung proses yang dia ikutin. Lha lalu apa hubungannya Jodoh dengan keberuntungan? hmm apa yah? ini mungkin lebih mengarah ke masalaha timing ketika setiap pasangan saling diketemukan oleh yang diatas. Karena dari semua kita yang hidup di dunia tidak ada seorangpun yang mengetahui kapan jodoh itu akan datang, ada yang bertemu disaat sedang bergembira, ataupun disaat sedang dirundung duka. Tapi terlepas dari kapan dipertemukannya, hal paling penting adalah bagaimana cara menjalani-nya dan tentunya mengakhirinya dengan bahagia atau apa yaang disebut oleh orang-orang Hollywood sebagai happy ending

Kesabaran
Kesabaran mengambil peranan yang sangat penting dalam menjalani apapun, baik menjalani sesuatu yang kita sangat senangi maupun menjalani sesuatu yang "harus" kita senangi. Nah untuk di dunia kerja, pasti nya kita menjalani semua hal dengan up and down sama halnya ketika kita menjalani suatu hubungan atau pun masa-masa mencari jodoh.
Setiap hal yang jika memang kita sadari merupakan suatu prioritas dalam hidup, pastinya ataupun sebaiknya kita jalani juga dengan penuh kesabaran, bukan masalah yang apa yang dihadapai namun kita mengetahui apa alasan utama kita menjalani-nya. Dikantor maupun didunia kerja ataupun saat mencari kerja tentunya banyak cobaan yang datang, baik dari content kerja itu sendiri maupun dari atasan kita, karena menurut saya dimana-mana yang nama nya atasan ya atasan hehehe. (dan saya yakin ketika dahulu mempunyai bawahan pun ,dia akan mengatakan hal yang sama hehe). Beratnya dalam menjalani sesuatu ataupun beratnya beban yang dijalani, tidak lah menjadi masalah, ingatlah kata-kata berikut : Roda tidak selalu diatas, kadang dibawah, dan pastinya akan keatas lagi, begitu juga dengan kehidupan, semua sudah ada yang megatur ritme nya, tinggal bagaimana cari kita melihat dari sudut pandang tiap individu saja...ingat satu hal THIS TOO WILL PASS

Monday, September 26, 2011

The Important Decision

In a few days, I'll make a decision...very important decision...maybe the most important one. Some said it will change your life..the rest of your life..., but others said its only the part of your life that you should walked in. I'm already think a lot to make this decision...need some weeks and months to made this decision. I hope this time, this decision can make everybody happy, hope no one will sad for this decision i'm sure :)

"Love has nothing to do with what you are expecting to get, its what you are expected to give endlessly"


Life is all about choices, jangan pernah menyesal apapun keputusan yang telah kita buat, karena rasa penyesalan tidak akan mengubah keputusan yang telah dibuat. Yang harus bisa kita lakukan adalah thinks a lot before make a decision, namun bila keputusan sudah terlanjut dibuat, just enjoy it, it will maybe not the very best, but everthing happen for reason. Dan buatlah menjadi sesuatu yang indah dari keputusan yang sudah dibuat.

Thursday, September 15, 2011

It Takes Two To Love

Wah ga terasa, September uda berjalan hingga pertengahan. Sudah lama juga ga mengupdate blog ini dengan tulisan dan buah pikiran yang ada. Rasanya tahun 2011 ini berjalan nya cepat sekali. Topik kali ini yang mau g tulis adalah "It Takes Two To Tango", istilah ini sebenarnya sudah lama pernah g denger, tapi 2 hari yang lalu kalo ga salah g denger lagi menjadi bahasan di salah satu radio di kota Jakarta

It takes two to tango, g sendiri mengartikannya : bahwa untuk mempertahankan, menjalankan suatu hubungan dibutuhkan dua orang yang saling komitmen, dan komitmen itu bukan hanya di mulut saja, tapi di perasaaan dan di tindakan (perilaku)

Komitmen? ya menurut g komitmen yang kuat itu sendiri adalah hal yang utama. Maksudnya komitmen yang kuat disini adalah adanya keputusan untuk saling mempertahankan hubungan hingga maut memisahkan.

Walaupun It Takes Two To Tango adalah harapan umumnya semua orang, siapa yang tidak akan merasa bahagia bila pasangannya bisa saling memperhatikan. It a Gift . Tetapi itu semua kan bila kondisi ideal terjadi , namun bila tidak? yang tentunya dalam dunia nyata, ternyata tidak sesederhana itu. Bagaimana bila hanya dari salah satu belah pihak saja yang concern dan berjuang mati-matian terhadap hal yang ini dan pihak yang lain-nya menganggap hal ini biasa saja. Namun seharusnya sie ngga terjadi ya bila komitmen yang berjalan tidak sekedar di mulut saja

It takes two to tango dear, bagaimana kalau ternyata suatu saat nanti dirimu lelah dan tak bisa menari lagi? tenang saja, in the name of LOVE, semua pasti tetap menari. Lagian, LOVE is CHOICE toh. yeaaah it take two to LOVE.

Tuesday, September 13, 2011

It Takes Two To Tango

Suatu saat ada seorang pemuda menangis. Seorang bijak bestari melihat lalu menghampirinya.

“Kenapa, nak?”

“Aku ditinggalkan oleh orang yang sangat kucintai. Katanya dia tidak lagi mencintaiku!”

“Hahahaha!”

Pemuda itu terheran sambil tetap menangis tersedu. Orang lagi sedih kok malah diketawain.

“Aku bilang, aku ditinggalkan oleh orang yang sangat kucintai. Aku sedang sedih, wahai kakek.”

“Hahahahaha. Hahahahaha.”

Merasa diejek dengan keadaannya, sang pemuda makin bersedih. Tangisnya makin deras.

“Anak muda, tenanglah. Tenang dulu. Tadi aku tertawa karena memang lucu.”

“Apanya yang lucu, kek. Jelas-jelas aku sedih, orang yang sangat kucintai pergi”

“Anak muda, ini memang benar-benar lucu. Seharusnya kau gembira sekarang karena ditinggalkan oleh orang yang sama sekali tidak mencintaimu. Seharusnya, yang menangis adalah perempuan yang meninggalkanmu. Karena telah menyiakan seorang pemuda yang sangat mencintainya.”

Sang bijak bestari meninggalkan sang pemuda yang tercenung….

Saya lupa sumber dari cerita di atas (silakan diingatkan bila ada yang tahu). Hanya saja, dalam keseharian kita sangat banyak kita jumpai kejadian seperti di atas. Seorang pemuda yang tersedu meratapi (mantan) wanitanya pergi meninggalkannya. Atau seorang perempuan yang sempat sangat menyesali hidupnya karena merasa tidak dapat membahagiakan pasangannya. Dan — sama saja — pasangannya memutuskan untuk meninggalkannya.


Seperti yang kita tahu bahwa sebuah hubungan interpersonal memerlukan dua orang untuk menjadi harmoni. It takes two to tango, katanya. Perlu lelaki dan perempuan untuk bisa menampilkan tarian tango yang indah. Sebuah kapal rumah tangga kelak memerlukan seorang nakhkoda yang bisa memimpin dan mengambil keputusan dengan bijak. Dibantu oleh sang navigator handal yang memiliki ability domestik yang all-around. Atau, ibarat kunci dan lubang kuncinya. Kedua benda ini harus memiliki alur yang sama agar bisa pas mengunci atau membuka kunci.

Lalu, bagaimana?

Tentu saja kita harus memilih. Hidup ini murni pilihan. Memilih apa yang harus kita pilih. Begitu juga dengan pasangan kita. Kitalah yang memilih siapa yang akan bersama kita kelak. Kitalah yang menentukan kriteria pasangan yang kita inginkan. Apakah kamu mau memilih pasangan yang jelas-jelas tidak mau berkontribusi dalam hubungan kalian?

Be smart, be wise. Saya belum menemukan istilah untuk pria kepada wanita. Tapi, bagi wanita, silakan dicatat:

A boy will offer you pleasure. A man will offer you future.

“Bukannya jodoh ada di tangan Tuhan ya?”

Benar. Dan tugas kitalah untuk menjemputnya. Untuk mulai mengenali pasangan yang kita inginkan lalu mensinkronisasikan dengan jatah rizki yang ditentukan oleh Tuhan. Tugas kitalah untuk memantaskan diri menjadi pasangan terbaik dari mereka yang juga memantaskan diri untuk kita.

Seburuk apapun takdir kita, saat kita berusaha keras dan cerdas memantaskan diri untuk mendapatkan rizki yang lebih baik tentu saja Tuhan akan mempersiapkan yang terbaik untuk kita. Bukankah Tuhan tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sampai kaum itu sendiri yang berinisiatif dan berusaha mengubahnya?

Bagi yang berperan menjadi pemuda/pemudi dalam cerita di atas saat ini, lepaskanlah. Lepaskan dan terimalah keadaan itu. Keadaan dimana Tuhan dengan anggunnya menegur agar kita lebih menyayangi diri sendiri terlebih dahulu, orangtua, dan orang-orang terkasih di sekitar kita. Sadari bila saat ini Tuhan sedang menaikkan level kita untuk bertemu dengan pasangan yang jauh lebih baik nilainya.

“Tapi, gak ada yang sebaik dia….”

STOP! Buka mata!!! Camkan ini: kita gak akan bisa melihat pintu-pintu kebahagiaan yang disiapkan Tuhan saat kita memilih untuk menutup mata. So, perlahan buka mata dan kenali banyak kebahagiaan baru di sekitar kalian.

Gimana? Sudahkah kalian memantaskan diri untuk bersanding dengan pasangan terbaik pilihan Tuhan?

Source : http://wahyuseptiarki.web.id/it-takes-two-to-tango/